Siniang Online: nasional

Hot

Post Top Ad

Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 April 2025

Sinar dari Pakkat: Kontribusi Jamaah Masjid Siniang dalam Membangun Indonesia, Mengenang Jasa Para Pendahulu

April 03, 2025 0

Humbang Hasundutan, Sumatera Utara - Dari huta Siniang yang tenang di Pakkat, Humbang Hasundutan, terpancar semangat pengabdian dan kontribusi nyata dari kaum Musliminnya dalam membangun Indonesia. Jamaah Masjid Siniang Pakkat, sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial, telah melahirkan individu-individu yang memberikan sumbangsih signifikan di berbagai bidang, mewarnai lanskap sosial dan politik bangsa.

Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh subur di kalangan jamaah Masjid Siniang menjadi modal utama dalam mengarungi kehidupan di tengah masyarakat yang majemuk. Nilai-nilai Islam yang dipegang teguh menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian mereka kepada agama, masyarakat, dan negara.

Perjalanan kontribusi jamaah Masjid Siniang dalam pembangunan Indonesia tidak lepas dari inspirasi tokoh-tokoh sukses yang telah mendahului mereka. Salah satu figur sentral yang patut diteladani adalah KH Ali Akbar Marbun. Beliau adalah seorang ulama besar yang memiliki pengaruh luas di Nahdlatul Ulama (NU). Dedikasi dan kebijaksanaan KH Ali Akbar Marbun telah memberikan arah yang jelas bagi perkembangan Islam moderat dan toleran di Indonesia.

Selain tokoh agama, jamaah Masjid Siniang juga mengenang jasa almarhum Mahmun Syarif atau Jureman Marbun. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur keagamaan. Amal jariyahnya terwujud dalam pembangunan Masjid Siniang yang megah dan Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Lae Toras, Tarabintang, Humbang Hasundutan. Kontribusi beliau dalam menyediakan fasilitas pendidikan dan ibadah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Di bidang pendidikan, almarhum Haji Ahmad Jubeir Marbun juga meninggalkan jejak yang tak terlupakan. Dedikasinya dalam mencerdaskan generasi muda telah melahirkan banyak intelektual dan pemimpin masa depan. Semangat beliau dalam memajukan pendidikan menjadi inspirasi bagi generasi muda Siniang untuk terus menuntut ilmu dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Selain tokoh-tokoh sentral tersebut, banyak lagi anggota jamaah Masjid Siniang yang berkiprah di berbagai sektor. Ada yang sukses menjadi wirausahawan, menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian. Ada yang mengabdikan diri di bidang kesehatan, memberikan pelayanan medis kepada masyarakat yang membutuhkan. Ada pula yang menjadi guru, mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa. Kontribusi mereka, sekecil apapun, memiliki arti penting dalam pembangunan Indonesia.


Sebagai sebuah komunitas yang terikat oleh nilai-nilai keagamaan dan kekerabatan, jamaah Masjid Siniang, baik di Pakkat maupun di perantauan, memiliki tanggung jawab untuk saling mendukung dan menguatkan. Di era globalisasi dengan berbagai tantangan yang kompleks, solidaritas menjadi kunci untuk bertahan dan meraih kesuksesan.
Bagi jamaah Masjid Siniang yang berada di perantauan, tantangan adaptasi dan persaingan seringkali lebih berat. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk membangun jaringan yang kuat dan saling memberikan dukungan dalam berbagai aspek kehidupan.

Salah satu bentuk dukungan yang sangat dibutuhkan adalah di bidang ekonomi. Jamaah yang memiliki usaha dapat saling membantu dalam mengembangkan bisnis, baik melalui promosi, kerja sama, maupun investasi. Pembentukan koperasi atau badan usaha bersama juga bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota.

Selain dukungan ekonomi, dukungan moral dan spiritual juga sangat penting. Jamaah Masjid Siniang di perantauan dapat menjadi tempat berbagi pengalaman, memberikan motivasi, dan saling mengingatkan dalam menjalankan ajaran agama. Kegiatan keagamaan bersama, seperti pengajian rutin atau perayaan hari besar Islam, dapat mempererat tali silaturahmi dan memperkuat keimanan.

Di bidang pendidikan dan karier, jamaah yang lebih berpengalaman dapat memberikan mentoring dan bimbingan kepada generasi yang lebih muda. Informasi mengenai peluang kerja dan pendidikan juga perlu disebarkan secara efektif di antara anggota.

Solidaritas dan kerja sama antar anggota jamaah Masjid Siniang, baik di kampung halaman maupun di perantauan, akan menjadi kekuatan besar dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan meneladani semangat pengabdian para pendahulu dan memperkuat ikatan persaudaraan, jamaah Masjid Siniang akan terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan politik Indonesia.

Kisah sukses para tokoh dari Siniang dan kontribusi jamaah Masjid Siniang adalah cerminan dari potensi besar yang dimiliki oleh komunitas-komunitas Muslim di seluruh Indonesia. Dengan nilai-nilai agama yang kuat dan semangat gotong royong, umat Islam dapat menjadi agen perubahan yang positif dan memberikan warna yang indah dalam mozaik kebangsaan Indonesia.

Semoga semangat pengabdian dan kebersamaan yang telah ditunjukkan oleh jamaah Masjid Siniang Pakkat dapat menjadi inspirasi bagi komunitas-komunitas lain di Indonesia untuk terus berkontribusi dalam membangun bangsa yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Sinar dari Siniang akan terus bersinar, menerangi jalan pengabdian bagi generasi-generasi selanjutnya.

Read More

Strategi yang dapat Dilakukan Pewaris Kesultanan Serdang dalam Meniru Kesuksesan Dubai dalam Pengelolaan Aset Warisan

April 03, 2025 0


Kesultanan Serdang memiliki sejarah panjang dalam membangun peradaban di Sumatera Utara. Sebagai salah satu kesultanan yang memiliki pengaruh besar di masa lalu, warisan budaya dan aset historis yang dimiliki menjadi bagian penting dalam identitas daerah. Namun, di era modern ini, tantangan utama bagi pewaris Kesultanan Serdang adalah bagaimana mengelola aset tersebut agar tetap relevan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Salah satu contoh sukses dalam pengelolaan aset kerajaan adalah keemiran Dubai di Uni Emirat Arab. Dubai yang dulunya merupakan kota kecil berbasis perdagangan, berhasil menjelma menjadi pusat bisnis global dengan strategi investasi yang cermat dan pembangunan ekonomi yang agresif. Keberhasilan ini tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga pada pengelolaan aset, inovasi bisnis, serta pengembangan infrastruktur secara masif.

Pewaris Kesultanan Serdang, termasuk Sultan Achmad Thalaa Shariful Alam Shah, dapat meniru model Dubai dengan membangun ekosistem ekonomi berbasis investasi dan pengelolaan aset keluarga kerajaan secara profesional. Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk holding usaha keluarga kesultanan. Holding ini berperan sebagai entitas bisnis utama yang mengelola berbagai sektor ekonomi yang masih terbuka di Serdang Bedagai baik bekerja sama dengan Badan Usaha Miliki Daerah (BUMD) pemda setemoat maupun pemerintah pusat.

Sektor pariwisata sejarah dan budaya bisa menjadi salah satu fokus utama dalam strategi ekonomi ini. Kesultanan Serdang memiliki banyak situs bersejarah yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Dengan pengelolaan profesional, aset-aset ini dapat memberikan manfaat ekonomi tidak hanya bagi keluarga kesultanan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Selain sektor pariwisata, Kesultanan Serdang juga bisa mengembangkan investasi di sektor properti dan perhotelan. Inspirasi dari Dubai menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur yang modern dan menarik dapat menjadi magnet bagi investor serta wisatawan. Dengan menggandeng mitra strategis dari dalam dan luar negeri, Kesultanan Serdang dapat menciptakan kawasan wisata dan bisnis yang berdaya saing tinggi.

Untuk memperkuat ekosistem investasi, pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau badan investasi kesultanan bisa menjadi strategi jangka panjang. SWF ini bertugas mengelola dana investasi yang berasal dari berbagai sumber, termasuk keuntungan bisnis kesultanan, dana investor, hingga hibah dari berbagai pihak. Dengan model seperti ini, Kesultanan Serdang bisa memiliki kontrol terhadap asetnya sekaligus memperbesar peluang investasi di berbagai sektor produktif.

Keberhasilan Dubai juga terletak pada kemampuan mereka menciptakan kawasan ekonomi khusus yang menarik minat dunia usaha. Serdang Bedagai bisa menerapkan konsep serupa dengan membangun zona ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu. Dengan memberikan insentif bagi pelaku usaha dan memperkenalkan regulasi yang mendukung investasi, wilayah ini dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru di Sumatera Utara.

Selain membangun investasi fisik, Kesultanan Serdang perlu memanfaatkan teknologi dalam strategi bisnisnya. Digitalisasi ekonomi bisa menjadi cara untuk memperluas jangkauan bisnis dan menarik lebih banyak investor. E-commerce, pemasaran digital, serta penggunaan teknologi finansial (fintech) bisa membantu mempercepat pertumbuhan usaha kesultanan.

Tidak hanya itu, pembangunan sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama. Dubai sukses karena mereka berinvestasi besar dalam pendidikan dan pelatihan tenaga kerja. Kesultanan Serdang dapat membangun program pelatihan untuk generasi muda agar mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam ekonomi modern.

Dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan, kemitraan dengan pemerintah dan sektor swasta menjadi hal yang krusial. Kesultanan Serdang dapat berperan sebagai katalisator dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah dengan menjadi penghubung antara investor dan pemerintah daerah.

Selain sektor bisnis, pengelolaan aset keluarga kesultanan juga bisa mencakup sektor sosial dan budaya. Dengan membentuk yayasan atau lembaga amal berbasis warisan kesultanan, Serdang bisa memperkuat perannya sebagai pemimpin budaya di Sumatera Utara.

Strategi ini juga dapat diperkuat dengan membangun koneksi internasional. Seperti halnya Dubai yang menjadi pusat perdagangan global, Kesultanan Serdang bisa menjalin hubungan dengan komunitas Melayu di berbagai negara untuk memperluas jaringan bisnis dan investasi.

Salah satu tantangan dalam membangun model bisnis berbasis warisan kesultanan adalah menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya. Oleh karena itu, dalam setiap langkah pengembangan ekonomi, nilai-nilai tradisional harus tetap dijaga agar identitas kesultanan tetap kuat.

Keberlanjutan program ini juga membutuhkan sistem tata kelola yang profesional dan transparan. Dengan membentuk dewan pengawas bisnis yang terdiri dari para ahli ekonomi dan investasi, Kesultanan Serdang bisa memastikan bahwa setiap langkah bisnis diambil dengan pertimbangan yang matang.

Penting juga bagi pewaris kesultanan untuk memiliki visi jangka panjang. Dubai tidak berubah dalam semalam, tetapi melalui strategi yang konsisten dan inovasi berkelanjutan. Kesultanan Serdang bisa mengikuti jejak ini dengan membangun fondasi ekonomi yang kokoh dan berorientasi pada masa depan.

Penting bagi Kesultanan Serdang untuk tidak hanya fokus pada satu sektor, tetapi memiliki portofolio investasi yang beragam. Dengan melakukan diversifikasi bisnis, mereka dapat mengurangi risiko ekonomi dan memastikan pertumbuhan yang stabil dalam jangka panjang.

Keberhasilan Dubai menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, sebuah wilayah bisa bertransformasi menjadi pusat ekonomi dunia, meskipun awalnya tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Kesultanan Serdang bisa mengambil pelajaran berharga dari model ini dan menyesuaikannya dengan kondisi lokal.

Pada akhirnya, jika strategi ini dijalankan dengan baik, Kesultanan Serdang tidak hanya akan menjaga relevansinya dalam dunia modern, tetapi juga berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi Serdang Bedagai dan sekitarnya. Dengan inovasi, kemitraan, dan manajemen yang baik, bukan hal mustahil bagi Kesultanan Serdang untuk meniru jejak sukses Dubai dalam mengelola aset warisannya.

Dibuat oleh AI

Read More

Sabtu, 01 Agustus 2020

Kata Orang Belanda Nienhuys: Orang Cina Penipu, Orang Jawa Malas, Orang Batak Terbelakang

Agustus 01, 2020 0
Nienhuys penuh rasisme, menulis bahwa “Orang Cina adalah penipu yang licik dan orang Jawa adalah malas” dan “Orang Batak adalah ras yang terbelakang”.

Artikel di Sumatra Post edisi 30 Mei 1913 menuliskan bahwa sekitar tahun 1867-1868, Nienhuys dituduh mencambuk tujuh kuli Cina sampai mati. Walau kasus ini belum terbuktikan dan juga tak terbantahkan, Sultan Deli memerintahkan Nienhuys untuk meninggalkan tanah Deli dan tidak diizinkan kembali lagi.

Read More

Jumat, 29 Mei 2020

Transisi Menuju New Normal, #Gubsu Edy Rahmayadi Belum Izinkan Siswa ke Sekolah

Mei 29, 2020 0

MEDAN – Sumatera Utara (Sumut) memasuki masa transisi, setelah status tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat Covid-19 berakhir 29 Mei 2020, sesuai SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/174/KPTS/2020. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pun mempersiapkan kemungkinan pelaksanaan skenario normal baru atau new normal yang bakal diterapkan pemerintah pusat.

New normal adalah tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Skenario ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional.

"Setelah ini saya tidak perlu mengeluarkan Surat Edaran lagi. Status tanggap darurat berakhir hari ini, selanjutnya kita masuk masa transisi, untuk menentukan apakah kita akan menerapkan New Normal, Disorder dan Survival. Prosesnya bisa seminggu, bisa juga dua minggu, selama itu kita akan menerima masukan dari berbagai pihak, tapi bukan berarti warga bisa dengan bebas keluyuran keluar rumah," ujar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memimpin rapat Petunjuk Strategis GTPP Covid 19 Pascastatus Tanggap Darurat dengan Forkopimda Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman No 41 Medan, Jumat (29/5).

Hadir di antaranya Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Kasdam I/Bukit Barisan Brigjen TNI Didied Pramudito, Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Amir Yanto, Danlanud Soewondo Kolonel Pnb Meka Yudanto, Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid, Ketua Pengadilan Pengadilan Tinggi Medan Setyawan Hartono, Wagub Sumut Musa Rajekshah, Sekdaprov Sumut R Sabrina, Plt Walikota Medan Akhyar Nasution, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Bupati Simalungun JR Saragih dan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah.

Khusus untuk pendidikan, Gubernur belum akan mengizinkan anak sekolah untuk kembali ke sekolah. Karena harus dipersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

"Saya belum izinkan untuk anak-anak kembali ke sekolah. Untuk mempersiapkan New Normal saya akan mempersiapkan beberapa langkah, seperti melakukan rapid test terhadap guru dan pegawai sekolah, melakukan sterilisasi secara periodik terhadap ruang kelas dan ruang guru, pengaturan jam belajar mengajar, pengaturan tempat duduk siswa, pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas hingga dilakukan pembatasan kegiatan ekstrakurikuler," kata Gubernur.

Menurut Edy Rahmayadi, New Normal yang nantinya akan diterapkan di Sumut harus juga disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan daerah masing-masing yang ada di Sumut. "Ketika pemerintah pusat mengatakan akan menerapkan New Normal, maka kita tidak boleh menolaknya, tapi untuk menerapkannya harus ada hal-hal yang kita perhatikan menyesuaikan dengan karakteristik di daerah masing masing. Jangan karena ingin cepat, disamakan semua langkah-langkah yang akan diterapkan," ujar Edy.

Menyahuti keinginan Gubernur, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar optimis Sumut akan mampu menjalankan New Normal. "Dari pelaksanaan Takbiran dan Solat Id, saya sangat apresiasi rakyat Sumut yang patuh dan ini bukti bahwa rakyat Sumut masih mendengarkan ucapan kita. Secara pribadi saya ucapkan apresiasi kepada bupati dan walikota yang juga mengindahkan anjuran untuk tidak takbiran di jalanan. Untuk itu saya optimis New Normal bisa kita jalankan di Sumut," ujarnya.

Menurut Kapolda, saat ini yang terpenting adalah melakukan edukasi ke masyarakat hal apa saja yang harus dilakukan saat menjalani New Normal. "Kita bentuk tim, bagaimana nanti New Normal bisa kita terapkan. Misalkan di sekolah tidak mungkin menambah ruangan, untuk itu kita perlu melakukan pengaturan jam belajarnya, kemudian saat keluar rumah harus wajib menggunakan masker, masyarakat harus lebih diedukasi," tambahnya.

Mendukung keinginan Gubernur, Bupati Simalungun JR Saragih pun mengaku siap mendukung. "Berbicara prilaku New Normal ini harus kita hadapi, kalau masyarakat patuh, tertib dan disiplin maka tidak akan ada masalah dengan pola New Normal ini. Dengan kondisi seperti saat ini semoga prilaku masyarakat pun berubah," ujarnya.

Read More