Post Top Ad
Post Top Ad
Kamis, 12 Februari 2026
Kumis dan Runtuhnya Dinasti Song
Minggu, 08 Februari 2026
Jet Tempur dan Kekuatan Udara Afrika
Sabtu, 27 Desember 2025
STC Yaman Pilih Fokus Stabilitas Daripada Menarik Pasukan
Sabtu, 13 September 2025
Marota City Jadi Ujian Pemerintah Baru Suriah
Minggu, 06 Juli 2025
Dua Tradisi Mandailing yang Bikin Unik
Kamis, 03 Juli 2025
Restrukturisasi Aset Terbengkalai Suriah
Berikut skema alur kepemilikan dan kontrol perusahaan telekomunikasi Suriah sebelum dan sesudah pemerintahan transisi Ahmad al-Sharaa:
📊 Skema Kepemilikan Perusahaan Telekomunikasi Suriah
📌 Sebelum Kejatuhan Assad
➡️ Istana Kepresidenan Bashar al-Assad
├── Rami Makhlouf → Pemilik Syriatel (sebelum 2019)
├── Yassar Ibrahim & Mansour Azzam → Konsultan ekonomi rezim
└── Ahmad Khalil (Al-Group)
├── Al-Burj for Investment
├── Al-Burj Al-Dhahabi
├── Opal Planet
└── Space Tel
➡️ MTN Syria
├── MTN Group (Afrika Selatan, sampai 2021)
└── Tele Invest Ltd (pasca 2021) → Broker kroni Assad (Hassan Ibrahim)
➡️ WafaTel
└── Yassar Ibrahim → Terkait Garda Revolusi Iran, pemasok Portel Rusia
📌 Saat Kejatuhan & Transisi
- Assad & kroni kabur
- Aset fisik tetap di Suriah
- Karyawan tinggalkan kantor sementara
- Administrasi Ahmad al-Sharaa ambil alih birokrasi & aset nonformal
📌 Setelah Pemerintahan Transisi Ahmad al-Sharaa
➡️ Syriatel & MTN Syria
└── Masih beroperasi, aset di Suriah dikelola manajemen lama dengan pengawasan pemerintahan baru
➡️ Perusahaan-perusahaan pendukung lama (Al-Burj, Opal, dll)
└── Diubah nama & akta kepemilikan menjadi:
→ Al-Mujtahid for Technical Services
➡️ WafaTel
└── Fasad kantor kosong, operasional mati
➡️ Kroni lama (Hamsho, dll)
└── Mulai negosiasi ulang dengan administrasi baru
➡️ Bank Sentral Suriah
└── Bekukan sebagian rekening lama, belum nasionalisasi penuh
📌 Catatan Penting
- Jejaring bisnis lama tetap eksis di balik nama baru
- Administrasi baru belum membongkar total kepemilikan bisnis lama
- Sebagian pendapatan perusahaan digunakan membiayai instansi vital
- Proses hukum dan audit akuntabilitas masih mandek

